Elisabeth Widya Rimba
Selasa, 18 Juni 2013
Selasa, 28 Mei 2013
BERBEDA
BEDA ITU INDAH
Akhir-akhir ini, saya banyak melihat, mendengar
dan membaca berita di berbagai media, tentang maraknya kerusuhan dan kekerasan
yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Lebih mengherankan lagi, hampir semua
kerusuhan tersebut, dilandasi atas dasar perbedaan (ras, agama, suku, dll).
Mulai dari perang antar kampung, perang antar ormas, perang antar etnis dan
agama, sampai pada kasus terorisme. Keadaan ini tentu sungguh sangat
memprihatinkan, mengingat selama ini Indonesia dikenal sebagai negara majemuk
yang sangat menjungjung tinggi toleransi dan nilai-nilai ketimuran, yang ramah
dan santun. Tapi kenapa sekarang image itu sudah tidak tampak lagi?
Saya
juga kurang tahu. Tapi, banyak yang mengatakan kalau itu terjadi karena,
semakin lemahnya penegakan hukum di negeri kita ini. Ketidak tegasan atau
ketidak mampuan pemerintah, terutama aparat keamanan (polisi) dalam mencegah
dan menindak tegas para pelaku kerusuhan tersebut, membuat orang semakin berani
untuk melakukan kekerasan. Aparat cenderung malakukan pembiaran. Pendapat lain
mengatakan, rendahnya SDM serta kondisi ekonomi, membuat masyarakat kita mudah
emosi dan terprovokasi. Komunikasi yang kurang baik terjalin antar kelompok
masyarakat, disinyalir juga menjadi penyebabnya.
Yang
jelas bagi saya, apapun alasannnya, perbedaan tidak boleh dijadikan kambing
hitam. Karena sejatinya,
beda itu indah. Perbedaanlah yang membuat hidup ini berwarna
(indah). Coba bayangkan, jika semua yang ada di dunia ini sama, apa hidup ini
gak boring tuh?! Saya yakin, tidak ada satupun orang dimuka bumi ini yang
menginginkan kekerasan. Semua pasti ingin hidup damai, menikmati hidup yang
telah dikaruniakan oleh Sang PENCIPTA. Hanya orang-orang gila saja yang selalu
ingin berperang dan mempermasalahkan perbedaan.
Untunglah,
orang-orang yang sadar akan indahnya perbedaan, jumlahnya jauh lebih banyak
daripada orang-orang yang mempermasalahkannya. Salah satu contohnya adalah didesa
saya.Masyarakat didesa saya setiap tahunnya mengadakan acara “Halal bi halal”
untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama.Seluruh masyarakat didesa saya
semua terlibat dalam kegiatan tersebut tidak memandang tua,muda,asal,dan
agama.Perbedaan itu melebur menjadi satu untuk sebuah persatuan yang indah
untuk hidup bersama dalam masyarakat multikultural.
Merayakan
keragaman, seperti yang dilakukan oleh masyarakat didesa saya merupakan salah satu bentuk
komunikasi yang sangat baik, dalam upaya menjalin hubungan baik antar
masyarakat yang sangat
beragam itu. Saya berharap event ini, bisa menjadi inspirasi bagi seluruh
komunitas masyarakat lainnya untuk tidak lagi menjadikan pebedaan itu sebagai
alasan untuk berperang, membuat kerusuhan. Tapi justru sebaliknya, perbedaan
itu harus dirayakan, karena perbedaan itu indah.
Beda itu indah, damai itu indah. Mari, kita rayakan
perbedaan itu, untuk kedamaian. Bersatu kita teguh, becerai jangan sampai
terjadi!.
Sabtu, 25 Mei 2013
IPS
hakikat pembelajaran IPS SD
2.1 Definisi Pembelajaran IPS
Setiap pengajar seyogyanya mengetahui dan menghayati sepenuhnya mengapa ia mengajar sesuatu mata pelajaran tertentu. Begitu juga dengan pengajar IPS, untuk menghindari dari “pertukangan” maka membelajarkan peserta didik seharusnya dilakukan secara berwawasan.
Secara sederhana IPS ada yang mengartikan sebagai studi tentang manusia yang dipelajari oleh anak didikdi tingkat sekolah dasar dan menengah. IPS sering disebut dengan istilah Social Education dan Social Learning. Kedua istilah tersebut menurut Cheppy lebih menitik beratkan kepada berbagai pengalaman di sekolah yang dipandang dapat membantu anak didituntut lebih mampu bergaul di tengah-tengah masyarakat.
Istilah IlmuPengetahuan Sosial (IPS) dan keberadaannyha dalam kurikulum persekolahan di Indonesia tidak lepas dari perkembangan dan keberadaan Social studies (Studi Sosial) di Amerika Serikat. Oleh karenanya gerakan dan paham social studies di Amerika banyak mempengaruhi pemikiran mengenai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia.
IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut
Setiap pengajar seyogyanya mengetahui dan menghayati sepenuhnya mengapa ia mengajar sesuatu mata pelajaran tertentu. Begitu juga dengan pengajar IPS, untuk menghindari dari “pertukangan” maka membelajarkan peserta didik seharusnya dilakukan secara berwawasan.
Secara sederhana IPS ada yang mengartikan sebagai studi tentang manusia yang dipelajari oleh anak didikdi tingkat sekolah dasar dan menengah. IPS sering disebut dengan istilah Social Education dan Social Learning. Kedua istilah tersebut menurut Cheppy lebih menitik beratkan kepada berbagai pengalaman di sekolah yang dipandang dapat membantu anak didituntut lebih mampu bergaul di tengah-tengah masyarakat.
Istilah IlmuPengetahuan Sosial (IPS) dan keberadaannyha dalam kurikulum persekolahan di Indonesia tidak lepas dari perkembangan dan keberadaan Social studies (Studi Sosial) di Amerika Serikat. Oleh karenanya gerakan dan paham social studies di Amerika banyak mempengaruhi pemikiran mengenai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia.
IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut
para ahli.
• Edgar B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences simplified for paedagogieal purposes in school. The social studies consist of geografy history, economic, sociology, civics and various combination of these subjects.
• John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of
elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology,
philosophy, antropology, and economic. The social studies have been
defined as “ those portion of the social science… selected for instructional purposes”
Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh beberapa tokoh pendidikan terkenal. Pengembangan IPS di Indonesia banyak mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat yang dikembangkan di Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan penanganannya dikembangkan sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan aspirasi masyarakat Indonesia. Hal ini didasarkan pada realitas, gejala, dan problem sosial yang menjadi kajian IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain. Setiap negara memiliki perkembangan dan model pengembangan social studies yang berbeda.
Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia.
• Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan
dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi
budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi
manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi
dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
• Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan
SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a) menurunkan tingkat
kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi
pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah
dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka
cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi
pelajaran yang mudah dicerna.
• S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi
atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS
merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran
manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,
ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
• Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi
yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang
berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolahsekolah.
Studi Sosial bukan merupakan bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalaj social. Dalam kerangka kerja pengkajian studi social menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu social.
Tugas studi social sebagai suatu bidang studi mulai dari tingkat sekolah dasar sampai ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dengan tujuan membina warga masyarakat yang mampu menyelaraskan kehidupannya berdasarkan kekuatan-kekuatan fisik dan social, serta membantu melahirkan kemampuan memecahkan masalah-masalah social yang dihadapinya
Dengan demikian, IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang
dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi
tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis
dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial
masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang
pendidikan masingmasing. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat
dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar
sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu
lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa
lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat
menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau
umat manusia.
Dengan bertolak dari uraian di depan, kegiatan belajar mengajar IPS membahas manusia dengan lingkungannya dari berbagai sudut ilmu sosial pada masa lampau, sekarang, dan masa mendatang, baik pada lingkungan yang dekat maupun lingkungan yang jauh dari siswa dan siswi. Oleh karena itu, guru IPS harus sungguh-sungguh memahami apa dan bagaimana bidang studi IPS itu.
2.2 Rasional Pembelajaran IPS
Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan YME yang menjadi penghuni di permukaan plane tbumi ini,yang senantiasa berhadapan atau berhubungan dengan dimensi-dimensi ruang, waktu dan berbagai bentuk kebutuhan (Needs) serta berbagai bentuk peristiwa baik dalam sekala individual maupun dalam skala kelompok (satuan social). Berkenaan dengan sebagian dari hakikat dari makhluk manusia tadi, dan kemudian dihadapkan pada beberapa disiplin ilmu social, maka tentu saja terdapat relasi, relevansi dan fungsi yang cukup signifikan. Dimensi ruang (permukaan bumi) dengan segala fenomenannya, sangat relevan menjadi objek atau kajian geografi. Sedangkan dimensi manusia baik dalam skala individual maupun dalam skala kelompok (masyarakat dan satuan social lainnya) sangat relevan menjadi bahan kajian atau telaah disiplin sosiologi dan psikologi social. Kemudian dimensi waktu dan peristiwa-peristiwa yang dialami manusia dari waktu ke waktu sangat relevan menjadi objek /bahan kajian bagi disiplin ilmu sejarah.sedangkan dimensi kebutuhan (needs) yang senantiasa memiliki karakteristik atau sifat keterbatasan(kelangkaan) sangat tepat menjadi objek kajian bagi disiplin ilmu ekonomi..
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini harus bersamaan dengan pengembangan nilai-nilai. Dengan pengembangan nilai-nilai tersebut diharapkan sumber daya manusia Indonesia memiliki pengetahuan, keterampilan, kpedulian, kesadaran, dan tanggungjawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan negaranya bagi pengembangan kini dan mendatang. Nilai-nilai tersebut menurut Nutrsid Sumaatmadja (1997), yaitu sebagai berikut:
2.3 Tujuan Pembelajaran IPS
IPS sebagai suatu progam pendidikan tidak hanya menyajikan tentang konsep-konsep pengetahuan semata, namun harus pula mampu membina peserhta didik menjadi warga Negara dan warga masyarakat yang tau akan hak dan kewajibannya, yang juga memiliki atas kesejahteraan bersama yang seluas-luasnya. Oleh karena itu peserta didik yang dibina melalui IPS tidak hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan berfikir tinggi, namun peserta didik diharapkan pula memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya.
Sebagai bidang pengetahuan, ruang lingkup IPS dapat terlihat nyata dari tujuannnya. Di sepanjang sejarahnya selama ini IPS memiliki 5 tujuan yang penjelasannya sebagai berikut:
Tujuan utama setiap pembelajaran Ilmu Sosial adalah membentuk warga Negara yang baik, demikian pula halnya Ilmu Pengetahuan Sosial, sebagai suatu program pendidikan juga memiliki tujuan yang sama yaitu memebentuk warga Negara yang baik. Namun, dalam proses penyajiannya IPS memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan dengan karakteristik Ilmu Sosial yang ada walaupun demikian, keberadaan Ilmu-ilmu Sosial tidak dapat terpisahkan dari IPS karena konsep-komsep Ilmu-ilmu social merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran program IPS.
Sebagai program pendidikan IPS yang layak harus mampu memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih berbagai ketrampilan, serta mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan agar peserta didik menjadi warga masyarakat yang berguna, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Ketiga aspek yang dikaji dalam proses pendidikan Ilmu Pengetahuan social (memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih berbagai ketrampilan, serta mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan ) merupakan karakteristik IPS sendiri. Berikut adalah karakteristik pengembangan tujuan pengajaran IPS sebagai tujuan jangka panjang, yaitu:
Dengan perencanaan yang seperti ini, diharapkan akan dapat dihindari pemisahan subjek-subjek yang ada, namun tetap menunjukkan antar hubungan antara ilmu-ilmu social yang ada.
• Edgar B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences simplified for paedagogieal purposes in school. The social studies consist of geografy history, economic, sociology, civics and various combination of these subjects.
• John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of
elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology,
philosophy, antropology, and economic. The social studies have been
defined as “ those portion of the social science… selected for instructional purposes”
Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh beberapa tokoh pendidikan terkenal. Pengembangan IPS di Indonesia banyak mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat yang dikembangkan di Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan penanganannya dikembangkan sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan aspirasi masyarakat Indonesia. Hal ini didasarkan pada realitas, gejala, dan problem sosial yang menjadi kajian IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain. Setiap negara memiliki perkembangan dan model pengembangan social studies yang berbeda.
Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia.
• Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan
dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi
budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi
manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi
dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
• Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan
SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a) menurunkan tingkat
kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi
pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah
dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka
cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi
pelajaran yang mudah dicerna.
• S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi
atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS
merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran
manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,
ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
• Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi
yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang
berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolahsekolah.
Studi Sosial bukan merupakan bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalaj social. Dalam kerangka kerja pengkajian studi social menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu social.
Tugas studi social sebagai suatu bidang studi mulai dari tingkat sekolah dasar sampai ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dengan tujuan membina warga masyarakat yang mampu menyelaraskan kehidupannya berdasarkan kekuatan-kekuatan fisik dan social, serta membantu melahirkan kemampuan memecahkan masalah-masalah social yang dihadapinya
Ilmu pengetahuan Sosial | Ilmu-ilmu Sosial |
Mengkaji padamasalah-masalah yang terjadi di masyarakat | Suatu disiplin ilmu |
Menggunakan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin | Mengguna pendekatan disiplin ilmu atau monodisiplin |
IPS dirancang untuk kepentingan kependidikan oleh karena itu, keberadaan IPS lebih memfokuskan pada dunia persekolahan | Ilmu-ilmu social keberadaannya bias di sunia persekolahan, perguruan tinggi atau dipelajari di masyarakat umum |
Dengan bertolak dari uraian di depan, kegiatan belajar mengajar IPS membahas manusia dengan lingkungannya dari berbagai sudut ilmu sosial pada masa lampau, sekarang, dan masa mendatang, baik pada lingkungan yang dekat maupun lingkungan yang jauh dari siswa dan siswi. Oleh karena itu, guru IPS harus sungguh-sungguh memahami apa dan bagaimana bidang studi IPS itu.
2.2 Rasional Pembelajaran IPS
Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan YME yang menjadi penghuni di permukaan plane tbumi ini,yang senantiasa berhadapan atau berhubungan dengan dimensi-dimensi ruang, waktu dan berbagai bentuk kebutuhan (Needs) serta berbagai bentuk peristiwa baik dalam sekala individual maupun dalam skala kelompok (satuan social). Berkenaan dengan sebagian dari hakikat dari makhluk manusia tadi, dan kemudian dihadapkan pada beberapa disiplin ilmu social, maka tentu saja terdapat relasi, relevansi dan fungsi yang cukup signifikan. Dimensi ruang (permukaan bumi) dengan segala fenomenannya, sangat relevan menjadi objek atau kajian geografi. Sedangkan dimensi manusia baik dalam skala individual maupun dalam skala kelompok (masyarakat dan satuan social lainnya) sangat relevan menjadi bahan kajian atau telaah disiplin sosiologi dan psikologi social. Kemudian dimensi waktu dan peristiwa-peristiwa yang dialami manusia dari waktu ke waktu sangat relevan menjadi objek /bahan kajian bagi disiplin ilmu sejarah.sedangkan dimensi kebutuhan (needs) yang senantiasa memiliki karakteristik atau sifat keterbatasan(kelangkaan) sangat tepat menjadi objek kajian bagi disiplin ilmu ekonomi..
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini harus bersamaan dengan pengembangan nilai-nilai. Dengan pengembangan nilai-nilai tersebut diharapkan sumber daya manusia Indonesia memiliki pengetahuan, keterampilan, kpedulian, kesadaran, dan tanggungjawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan negaranya bagi pengembangan kini dan mendatang. Nilai-nilai tersebut menurut Nutrsid Sumaatmadja (1997), yaitu sebagai berikut:
- a. Nilai Edukatif
- b. Nilai Praktis
- c. Nilai Teoritis
- Nilai Filsafat
- e. Nilai Ketuhanan
2.3 Tujuan Pembelajaran IPS
IPS sebagai suatu progam pendidikan tidak hanya menyajikan tentang konsep-konsep pengetahuan semata, namun harus pula mampu membina peserhta didik menjadi warga Negara dan warga masyarakat yang tau akan hak dan kewajibannya, yang juga memiliki atas kesejahteraan bersama yang seluas-luasnya. Oleh karena itu peserta didik yang dibina melalui IPS tidak hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan berfikir tinggi, namun peserta didik diharapkan pula memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya.
Sebagai bidang pengetahuan, ruang lingkup IPS dapat terlihat nyata dari tujuannnya. Di sepanjang sejarahnya selama ini IPS memiliki 5 tujuan yang penjelasannya sebagai berikut:
- IPS mempersiapkan siswa untuk studi lanjut dibidang social sciences jika ia nantinya masuk ke perguruan tinggi.untuk itu maka pelajara seperti sejarah, geografi, ekonomi dan antropologi budaya harusnya diberikan lepas-lepas sebagai vak tersendiri.
- IPS yang bertujuan mendidik kewarganegaraan yang baik, mata pelajaran yang disajikan oleh guru sekaligus harus ditempatkan dalam konteks budaya melalui pengolahan secara ilmiah dan sikologis yang tepat.
- IPS yang hakikatnya merupakan kompromi antara satudan dua tersebut di atas inilah yang kita temukan dalam definisi IPS, sebagai “suatu penyederhanaan dan penyaringan terhadap ilmu-ilmu social, yang penyajiannya di sekolah disesuaikan dengan kemampuan guru dan daya tangkap peserta didik
- IPS yang mempelajari closed area atau masalah-masalah social yang pantanbg untuk dibicarakan di muka umum.bahannya menyangkut macam-macam pengetahuan dari ekonomi sampai politik, dari yang social sampai cultural. Dengan cara ini, siswa dilatih berfikir demokratis
- Menurut pedoman khusus bidang studi IPS, tujuan bidang studi
tersebut yaitu dengan materi yang dipilih disaring dan disinkronkan
kembali maka sasaran seluruh kegiaran belajar dan pembelajaran IPS
mengarah pada 2 hal. Yaitu:
- Pembinaan warga Negara Indonesia atas dasar moral pancasila/ UUD 1945, nilai-nilai dan sikap hidup yang dikandung oleh Pancasila/ UUD 1945 secara sadar dan intensif ditanamkan pada siswa sehingga terpupuk kemauan dan tekad untuk hidup bertanggung jawab demi keselamatan diri,bangsa,Negara dan tanah air.
- Sikap sosial yang rasional dalam kehidupan. Untuk dapat memahami dan selanjutnya mampu memecahkan masalah-masalah social perlu ada pandangan terbuka dan rasional. Dengan berani dan sanggup melihat kenyataan yang ada, akan terlihat segala persoalan dan akan dapat ditemukan jalan memecahkannya. Termasuk pula kenyataan menurut sejarah perjuangan bangsa bahwa pancasila adalah falsafah hidup yang menyelamatkan bangsa dan menjamin kesejahteraan hidup kita bersama
Tujuan utama setiap pembelajaran Ilmu Sosial adalah membentuk warga Negara yang baik, demikian pula halnya Ilmu Pengetahuan Sosial, sebagai suatu program pendidikan juga memiliki tujuan yang sama yaitu memebentuk warga Negara yang baik. Namun, dalam proses penyajiannya IPS memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan dengan karakteristik Ilmu Sosial yang ada walaupun demikian, keberadaan Ilmu-ilmu Sosial tidak dapat terpisahkan dari IPS karena konsep-komsep Ilmu-ilmu social merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran program IPS.
Sebagai program pendidikan IPS yang layak harus mampu memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih berbagai ketrampilan, serta mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan agar peserta didik menjadi warga masyarakat yang berguna, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Ketiga aspek yang dikaji dalam proses pendidikan Ilmu Pengetahuan social (memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih berbagai ketrampilan, serta mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan ) merupakan karakteristik IPS sendiri. Berikut adalah karakteristik pengembangan tujuan pengajaran IPS sebagai tujuan jangka panjang, yaitu:
- Berbagai pengertian yang selayaknya dimiliki oleh setiap peserta didik melalui programpendidikan IPS, antara lain:
- Aspek-aspek utama dalam lingkungan keluarga
- Aspek-aspek utama dari lingkungan social
- Aspek-aspek utama dari lingkungan alam sekitar
- Kesalingtergantungan di antara Individu, masyarakat bangsa dan Negara
- Berbagai upaya manusia beradaptasi dan bekerjasama dalam pelestarian lingkungan
- Berbagai cara manusia memerintah dan diperintah
- Berbagai fungsi control social dalam kelompok
- Hubungan timbale balik antara individu dan masyarakat
- Berbagai cara manusia memenuhi kebutuhan dasarnya, baik ekonomi, social, budaya dan lainnya.
- Perkembangan-perkembangan utama dari peradaban manusia
- Sifat-sifat yang membentuk kepribadian manusia
- Perkembangan sikap, nilai, dan moral sebagai warga masyarakat dan negara
- Berbagai ketrampilan yang harus dikembangkan melalui program pendidikan IPS antaralain berikut ini
- Berpikir kritis
- Menganalisis dan memecahkan masalah
- Menentukan dan mengumpulkan informas ata data
- Mampu mengorganisasikan dan menilai secara logis
- Mambacasan mendengarkan untuk mengerti secar nalar
- Berbicar dan menulisyang sistematis
- Menginterpretasikan atau membacapeta globe,bagan, statistic, dan grafik secara akurat.
- Menggunakan konsep ruang dan waktu
- Ikut dalam kegiatan kelompok
- Berbagai sikap moral yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran pendidikan IPS, antara lain berikut ini
- Menghargai harkat sesame individu
- Yakin adanya persamaankesempatan dalam berbagaihal bagi semua orang
- Menjunjung tinggi supremasi hokum
- Bekerja sama demi kebahagiaan bersama
- Bersedia membuktikan tanggung jawab sebagai warga Negara
- Yakin akan perlunya demokrasi
- Yakin bahwamanusia mampu mengatur dirinya sendiri
- Yakin bahwa problema sosila mampu dipecahkan melalui pemikiran kritis
- Yakin akan masa depan yang lebih baik
- Yakin mampu menghadapi arus globalisasi secara positif
- Separated Subject
- Correlation of Subject
Dengan perencanaan yang seperti ini, diharapkan akan dapat dihindari pemisahan subjek-subjek yang ada, namun tetap menunjukkan antar hubungan antara ilmu-ilmu social yang ada.
- Integration of Fusion
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ilmu Pengethauan Sosial (IPS) bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Dalam kerangka kerja pengkajiannya Ilmu Pengethuan Sosial (IPS) menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu sosial.
Kerangka kerja Ilmu Pengethuan Sosial (IPS) tidak menekankan pada bidang teoritis, tetapi lebih kepada bidang-bidang praktis dalam memepelajari gejala dan masalah-masalah social yang terdapat di lingkungan masyarakat. Studi social tidak terlalu akademis- teoritis, namun merupakan satu pengethuan praktis yang dapat diajarkan pada tingkat persekolahan, yaitu mulai tingkat SD samapai perguruan tinggi. Demikian pula pendekatan yang digunakan Ilmu Pengethuan Sosial sangat berbeda denganpendekatan yang biasa fdigunakan dalam Ilmu Sosial. Pendekatan Ilmu Pengetahuan social bersifat interdisipliner atau bersifat multidisipliner dengan menggunakan berbagai budang keilmuan, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam Ilmu Soaial (Socila Science) bersifat disipliner dari bidang ilmunya masing-masing.
3.2 Saran
Pembelajaran IPS di sekolah dasar seyogyanya dapat dibelajarkan pada peserta didik dengan baik dan tepat karena sebagai bidang pendidikan IPS tidak hanya membekali peserta didik dengan pengethuan social, melainkan lebih jauh daripada berupaya membina dan mengembangkan mereka menjadi SDM Indonesia yang berketrampilan social dan intelektual sebagai warga Negara yang memiliki perhatian serta kepedulian social yang bertanggung jawab merealisasikan tujuan nasional. Selain itu, kehidupan peserta didik di masyarakat dan dalam bermasyarakat yang terus berkembang, menjadi landasan bagi pengembanganIPS sebagai bidang pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan serta kemajuan kehidupan peserta didik tersebut.
3.1 Kesimpulan
Ilmu Pengethauan Sosial (IPS) bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Dalam kerangka kerja pengkajiannya Ilmu Pengethuan Sosial (IPS) menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu sosial.
Kerangka kerja Ilmu Pengethuan Sosial (IPS) tidak menekankan pada bidang teoritis, tetapi lebih kepada bidang-bidang praktis dalam memepelajari gejala dan masalah-masalah social yang terdapat di lingkungan masyarakat. Studi social tidak terlalu akademis- teoritis, namun merupakan satu pengethuan praktis yang dapat diajarkan pada tingkat persekolahan, yaitu mulai tingkat SD samapai perguruan tinggi. Demikian pula pendekatan yang digunakan Ilmu Pengethuan Sosial sangat berbeda denganpendekatan yang biasa fdigunakan dalam Ilmu Sosial. Pendekatan Ilmu Pengetahuan social bersifat interdisipliner atau bersifat multidisipliner dengan menggunakan berbagai budang keilmuan, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam Ilmu Soaial (Socila Science) bersifat disipliner dari bidang ilmunya masing-masing.
3.2 Saran
Pembelajaran IPS di sekolah dasar seyogyanya dapat dibelajarkan pada peserta didik dengan baik dan tepat karena sebagai bidang pendidikan IPS tidak hanya membekali peserta didik dengan pengethuan social, melainkan lebih jauh daripada berupaya membina dan mengembangkan mereka menjadi SDM Indonesia yang berketrampilan social dan intelektual sebagai warga Negara yang memiliki perhatian serta kepedulian social yang bertanggung jawab merealisasikan tujuan nasional. Selain itu, kehidupan peserta didik di masyarakat dan dalam bermasyarakat yang terus berkembang, menjadi landasan bagi pengembanganIPS sebagai bidang pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan serta kemajuan kehidupan peserta didik tersebut.
DAFTAR RUJUKAN
Chandra, Agus. Rasional Pembelajaran IPS, (Online),http://aguschandra.com/page/2/?s=rasional+pembelajaran+ips&cat=plus-5-result, (diakses tanggal 31 Agustus 2012).Sumaatmadja, Nursid dkk. 2003. Konsep Dasar IPS. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Massofa.Pengertian ruang lingkup dan tujuan IPS, (Online), http://massofa.wordpress.com/2010/12/09/pengertian-ruang-lingkup-dan-tujuan-ips/, (diakses tanggal 30 Agustus 2012).
Oktaseji. Konsep Dasar IPS dan Ilmu-Ilmu Sosial dalam Pembelajaran, (Online), http://oktaseiji.wordpress.com/2011/04/24/konsep-dasar-ips-dan-ilmu-ilmu-sosial-dalam-pembelajaran/, (diakses tanggal 30 Agustus 2012).
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:nO3k7HVqX_IJ:id.download.gameforsmart.com/kur/lain2/panduan-penyusunan/silabus-ips.pdf+rasional+ips&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESh4Qez_NdO8/MadFa5q179naa5pdEIQcIuEvDA1
PINK itu bagus :)

Arti
Positif : Cinta, kasih, bahagia, manis, kelembutan, feminin
Arti Negatif : kelemahan, ketidakdewaasaan, kewanitaan
Sejak dahulu warna merah muda
atau yang sering kita sebut dengan Pink ini selalu diasosiasikan dengan warna
wanita dan warna feminin. Memang warna ini menggambarkan suatu kelembutan,
cinta dan ketenangan. Selain itu warna merah muda atau pink ini dapat pula
melambangkan perasaan yang halus, persahabatan, keindahan, kesempurnaan dan
kemurnian. Namun, sifat warna merah muda kurang bersemangat dan dapat membuat
energi melemah. Disisi lain, merah muda juga memberikan rasa kepedulian,
kelembutan, harga diri, dan cinta kebersamaan. Kualitas energi pada warna merah
muda tergantung dari kuantitas warna merah yang terkandung didalamnya. Sedangkan
energi kesempurnaan pada warna merah muda didapat dari kuantitas warna putih
yang terkandung didalamnya. Warna merah muda dapat menetralkan energi kekerasan
dan meredakan perilaku agresif. Warna merah muda akan sangat baik digunakan
untuk acara kencan yang romantis. Warna merah muda juga digunakan digunakan
sebagai warna pergerakan anti kanker payudara.

Seseorang yang menyukai warna merah muda adalah orang – orang yang memiliki
sisi feminin yang kuat. Mereka ramah dan memiliki kepribadian yang manis.
Mereka juga sering menunjukkan sifat yang kekanak - kanakan dan suka bermanja –
manja ria, terutama pada orang yang mereka sayang. Mereka juga sangat mengidam
- idamkan hubungan yang romantis. Dalam pekerjaan, penggemar merah muda selalu melakukan
sesuatu mereka mempunyai perencanaan yang matang. Mereka tegas, keras kepala, sensitif,
memiliki cita – cita yang tinggi dan sangat imaginatif. Penggemar warna merah
muda juga agak misterius, mereka menyukai hal – hal yang berbau mistis.
Terkadang mereka kurang realistik, dengan lebih mendahulukan intuisinya
dibandingkan logikanya. Secara alami mereka mereka adalah orang-orang
sederhana, tidak berlagak, senang menjalankan hidup dengan tenang.
Mengerjakan Soal Latihan biar Pintar :)
3.1
Menghitung luas trapesium dan layang-layang
3.2
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas
bangun
datar
1. Ayah
baru saja selesai mengecat tembok samping rumah yang berbentuk trapesium.
Tinggi tembok tersebut 3,5 meter, sedangkan panjang sisi atas tembok 5 meter.
Jika luas tembok 22,75 m2, berapa panjang sisi alas tembok?
2. Pak
Joko sedang memasang genting di bagian teras rumahnya. Atap terasnya berbentuk
trapesium. Genting disusun sebagai berikut. Baris paling atas sebanyak 20
genting. Baris paling bawah sebanyak 34 genting dan susunan genting terdiri
atas 15 baris. Jika kamu disuruh Pak Joko menghitungnya, berapa banyak genting
di atap teras?
3. Pak
Joko juga mempunyai tanah kosong yang berbentuk trapesium. Panjang sisi tanah
yang sejajar 10 m dan 16 m dan luasnya 156 m2. Berapakah lebar tanah Pak Joko?
4. Pak
Sani sedang membuat petak kecil untuk membuat benih padi. Petak tersebut
berbentuk trapesium sikusiku. Jarak sisi-sisi yang sejajar 5 m. Kedua sisi-sisi
yang sejajar tersebut berukuran 4 m dan 6 m. Berapa luas petak yang dibuat Pak
Sani?
5. Dodi
ingin membuat sebuah layanglayang. Dua bilah bambu yang dibuat Dodi berukuran
48 cm dan 44 cm. Apabila layang-layang sudah jadi, berapa luasnya?
6. Suatu
hiasan dinding berbentuk layang-layang dengan panjang diagonal 24 cm dan 20 cm.
Berapa luas hiasan dinding tersebut?
7. Pada
dinding taman terdapat hiasan berbentuk layang-layang. Luas hiasan 5.700 cm2
dan panjang salah satu diagonalnya 120 cm. Berapa panjang diagonal yang lain?
8. Adi
membuat layang-layang dengan kerangka dari bambu dan ditutup kertas. Kedua
bambu yang digunakan untuk kerangka panjangnya sama. Jika kertas yang
dibutuhkan 800 cm2, berapa panjang kedua kerangka layang-layang Adi?
9. Agus
membeli kertas berukuran 80 cm × 125 cm. Kertas tersebut akan digunakan untuk
membuat layang-layang dengan panjang diagonal 40 cm dan 45 cm sebanyak 8 buah.
Berapa sisa kertas yang dibeli Agus?
10. Anton
ingin membuat layang-layang. Ukuran diagonal yang dikehendaki 50 cm dan 40 cm.
Jika Anton ingin membuat 4 layang-layang, berapa cm2 kertas yang dibutuhkan
Anton untuk membuat layang-layang tersebut?
11. Tanah Pak Kurnia berbentuk trapesium siku-siku seperti terlihat
pada gambar di samping ini. Panjang AD = 60 m, AB = 45 m, dan BC = 20 m. Tanah
itu dijual dengan harga Rp125.000,00 per m2. Berapa rupiah uang yang diterima
Pak Kurnia dari penjualan tanah itu?
Diketahui : Ukuran
tanah AD= 60 m, AB = 45 m, dan BC = 20 m. : Harga tanah per m2 = Rp 125.000,00.
Ditanyakan : Uang
yang diterima Pak Kurnia.
Jawab:
Penyelesaian : Luas tanah
= (60 m + 20 m) x
45 m : 2
= 80 x 22 ½ m2 = 1.800 m2.
Penjualan : 1.800 x Rp125.000,00
= Rp225.000.000,00.
Jadi, uang yang diterima Pak Kurnia = Rp225.000.000,00.
12. Pak
Medi memiliki papan berbentuk lingkaran dengan diameter 28 cm. Berapa luas
papan lingkaran tersebut?
Diketahui: d = 28 cm
Ditanya : luas lingkaran?
Jawab : luas lingkaran = 

Jari-jari = ½ d
=
½. 28
=
14 cm.
Luas lingkaran = 

=
22/7 x 14 x 14
= 616 cm2.
13.
1. Kebun pak Soleh berbentuk seperti pada gambar
dibawah.
Luas
kebun pak Soleh adalah ……….. cm2
pembahasan :
Luas jajaran genjang = alas x tinggi
=
15 x 5 = 75 cm2

14. Rini
menganyam ketupat yang mempunyai panjang diagonal AC =
7cm, dan Panjang diagonal BD = 6 cm, berapa luas ketupat tersebut ?
Jawab :
Panjang AC = 7 cm
Panjang BD = 6 cm
Luas =½ x AC x BD=
=½
x 7 cm x 6 cm = 21 cm2

Langganan:
Postingan (Atom)
Sistem Pernapasan pada Manusia
Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.
Pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :
1. Pernapasan eksternal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.
2. Pernapasan internal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa). Glukosa merupakan zat makanan yang mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan, yaitu glukosa, bertujuan untuk menghasilkan energi. Jadi, pernapasan atau respirasi yang dilakukan organisme bertujuan untuk mengambil energi yang terkandung di dalam makanan.
Hasil utama pernapasan adalah energi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya untuk pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembelahan sel-sel tubuh, dan kontraksi otot
B. Sistem Pernapasan pada Manusia
Manusia bernapas secara tidak langsung. Artinya, udara untuk pernapasan tidak berdifusi secara langsung melalui permukaan kulit. Difusi udara untuk pernapasan pada manusia terjadi di bagian dalam tubuh, yaitu gelembung paru-paru (alveolus). Pada pernapasan secara tidak langsung, udara masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara alat-alat pernapasan.
Alat-alat Pernapasan pada manusia terdiri dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).
1. Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan jalan masuk oksigen untuk pernapasan, dan jalan keluar karbon dioksida serta uap air sisa pernapasan. Di dalam rongga hidung terjadi penyaringan udara dari debu-debu yang masuk bersama udara. Udara yang masuk ke dalam rongga hidung juga mengalami proses penghangatan agar sesuai dengan suhu tubuh kita. Demikian juga pula kelembapan udara diatur agar sesuai dengan kelembapan tubuh kita.
2. Faring (tekak)
Faring berbentuk seperti tabung corong yang terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Selain itu, faring juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.
Laring terdapat di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun dari sembilan buah tulang rawan. Salah satu tulang rawan tersusun dari dua lempeng kartilago hialin yang menyatu dan membentuk segitiga. Bagian ini disebut jakun.
Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara. Epiglotis merupakan kartilago elastis yang berbentuk seperti daun. Epiglotis dapat membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Pita suara merupakan selaput lendir yang membentuk dua pasang lipatan dan dapat bergetar menghasilkan suara.
Trakea berbentuk seperti pipa yang terletak memanjang di bagian leher dan rongga dada (toraks). Trakea tersusun dari cincin tulang rawan dan otot polos. Dinding bagian dalam trakea berlapis sel-sel epitel berambut getar (silia) dan selaput lendir. Trakea bercabang dua, yang satu menuju paru-paru kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan. Cabang trakea disebut bronkus.
5. Pulmo (paru-paru)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh sekat, yaitu diafragma. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga gelambir dan paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru tipis yang disebut pleura.
Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus bercabang-cabang membentuk bronkiolus. Selanutnya, bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus (jamak = alveoli). Alveoli menyerupai menyerupai busa atau sarang tawon. Jumlahnya alveoli kurang lebih 300 juta. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis. Pada alveolus terjadi difusi atau pertukaran gas pernapasan, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
Pernapasan merupakan suatu proses yang terjadi dengan sendirinya (secara otomatis). Walaupun kita dalam keadaan tidur, proses pernapasan berjalan terus. Pada saat kita bernapas ada dua proses yang terjadi yaitu inspirasi (proses masuknya udara ke dalam paru-paru) dan ekspirasi (proses keluarnya udara dari paru-paru). Inspirasi dan ekspirasi terjadi antara 15 – 18 kali setiap menit. Proses inspirasi dan ekspirasi diatur oleh otot-otot diafragma dan otot antartulang rusuk.
1. Pernapasan Dada
Terjadi karena aktivitas otot antartulang rusuk. Bila otot antartulang rusuk berkerut (berkontraksi), maka tulang-tulang rusuk akan terangkat dan volume rongga dada akan membesar. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru. Karena tekanan udara di luar tubuh lebih besar, maka udara dari luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru. Dengan demikian terjadilah inspirasi.
Bila otot-otot antartulang rusuk mengendor (relakasasi), yaitu kembali pada posisi semula, maka tulang-tulang rusuk akan tertekan. Akibatnya, volume rongga dada mengecil. Keadaan ini mengakibatkan naiknya tekanan udara di dalam paru-paru.
Pernapasan perut terjadi karena aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Bila otot diafragma berkontraksi, maka diafragma akan mendatar. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar sehingga tekanan udara di paru-paru mengecil. Akibatnya, udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan. Dengan demikian, terjadilah inspirasi.
Sebaliknya, bila otot diafragma relaksasi (kembali pada posisi semula), maka kedudukan diafragma melengkung ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar. Akibatnya, udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida terdorong ke luar. Dengan demikian terjadilah ekspirasi.